Dulu, sempat terjadi skandal di dunia bisnis dan pertambangan, salah satunya adalah kasus emas di busang.

Demam emas di California membuat pemilik uang di Amerika dan Kanada berlomba menanamkan uangnya untuk membeli saham Bre-X , korporasi penambangan yg terdaftar di bursa Toronto. Bagaimana tidak, seorang ahli geologi berkebangsaan Filipina, Michael de Guzman, pada 1997 membuat kegaduhan di dunia pertambangan dengan menemukan sebuah samudera emas membentang di tengah tengah belantara Kalimantan timur, tepatnya di Busang.

Tim geologi yang dibayar oleh Bre-X itu mengklaim bahwa kandungan dan kadar emas di busang adalah yang terbesar pernah ditemukan oleh umat manusia. Dampaknya harga saham Bre-X meroket. Harga saham yang biasanya berkutat di angka 27 sen dollar, tiba tiba melesat seperti anak panah hingga menembus 192 dolar. Ini terjadi karena para investor yang disodori dengan kliping kliping Koran dan publikasi bombastis mengenai kandungan emas di busang hingga menjapai 6 juta ons per tahun, membanjir untuk membeli sahamnya. Akhirnya harga sahamnya pun menggila. Para pembeli saham tank tanggung tanggung menggelontorkan simpanannya, hinga ke sen yang terakhir, karena hasil uji lab kandungan begitu meyakinkan. Continue reading