Archive for June, 2011


Hidup = Pensil ?

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Continue reading

Tips “Melawan” Pacet

Pacet sekilas mirip sekali cacing. Bentuknya kecil kecoklat-coklatan. Bedanya dengan cacing, pacet yang sering disebut juga lintah punya cara jalan yang khas. Dengan bertumpu pada ujung penyedotnya, dia akan tegak membaui ada tidaknya sasaran yang bisa disedot darahnya. Bisa binatang atau mungkin manusia. Kalau ada sasaran, dia mulai berjungkat-jungkit mendekat. Ukuran tubuh yang kecil, warna kecoklatan, membuat si pengisap ini susah dilihat. Tahu-tahu kita merasa gatal di kaki.

Saat menyedot, pacet mengeluarkan zat khusus yang mencegah darah membeku. Jadi, selama belum kenyang, dia terus-terusan minum darah kita. Dari semula ukurannya cuma sebatang korek api, lama kelamaan jadi gendut. Tidak ada bahaya besar kalau digigit pacet. Cuma bekasnya itu sering gatal dan kalau digaruk-garuk mungkin bisa infeksi.

So, apa yang perlu dilakukan untuk menolak/mengusir pacet ?

Ada beberapa cara untuk mengusir pacet, apa saja? ini dia:

Continue reading

Seorang Bapak & Seorang Anak Cacat

I got this sad story from my friend…

Adalah seorang pemuda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, “Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik.” Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, “Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.” Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.
Continue reading

Aku mempunyai pasangan hidup…

Saat senang, aku cari pasanganku
Saat sedih, aku cari ibu

Saat sukses, aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal, aku ceritakan pada ibu

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku

Saat liburan, aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk, anak diantar ke rumah ibu

Saat sambut valentine, slalu memberi hadiah pada pasangan.
Saat sambut hari ibu, aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”
Continue reading