Awal terjadinya blue cheese diperkirakan diakibatkan penyimpanan keju di dalam gua-gua selama Eropa dilanda peperangan. Gua-gua yang gelap, dingin, dan lembab merupakan habitat alami bagi banyak jenis Penicillium. Jadi keju ini bisa bentol-bentol biru itu karena jamur. Yaaa mungkin kalo di Indonesia kan ada tempe, di Eropa ada blue cheese ini.

KANDUNGAN NUTRISI

Protein
Keju memiliki kandungan protein cukup tinggi. Kadar protein blue cheese sekitar 6.07 gram tiap sajian (28 gram) atau sekitar 22%.

Karbohidrat
Sebagian besar laktosa, karbohidrat utama dalam susu, hilang menjadi whey selama pembuatan keju. Oleh karena itu, keju umumnya hanya mengandung sedikit karbohidrat.

Lemak
Pada blue cheese, kadar lemak totalnya sekitar 8.16 gram per sajian (28 gram).

Vitamin
Kandungan vitamin pada keju biru per sajian (28 gram) antara lain Thiamin 0.008 mg, Riboflavin 0.108 mg, Niacin 0.288 mg, Pantothenic Acid 0.490 mg, Vitamin B6 0.047 mg, Folacin 10 mg, Vitamin B12 0.345 mg, dan Vitamin A 204 mg.

Mineral
Dalam tiap sajiannya (28 gram), blue cheese mengandung mineral antara lain Calcium 150 mg, Iron 0.09 mg, Magnesium 7 mg, Phosphorus 110 mg, Potassium 73 mg, Sodium 73 mg, dan Zinc 0.75 mg.

 

MANFAAT BLUE CHEESE

Sama halnya dengan keju pada umumnya, jenis keju blue cheese diyakini memiliki manfaat yaitu mampu mengurangi resiko terjadinya kerapuhan pada gigi karena keju dapat menstimulus aliran saliva dan menghambat bakteri pembentuk plaque. Selain itu, kandungan kalsium dan inorganic fosfat pada keju membantu mengurangi demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi enamel gigi. Kandungan nutrisi seperti Kalsium, fosfor, protein, magnesium, zinc and vitamin K yang ditemukan pada keju juga membantu menjaga kesehatan tulang. Selain itu, para peneliti dari British Cheese Board juga menyampaikan tryptophan dalam keju mampu membantu meredakan stress dan membuat kita dapat tidur lebih nyenyak. Tetapi meskipun keju memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, bagi sebagian orang tertentu, keju dan beberapa produk susu lainnya bisa berubah menjadi menu yang harus dihindari seperti kandungan kasein dalam keju yang justru dapat memperburuk kondisi para penderita autis.